Tes EQ

Tes EQ: Kamu beneran peka sama perasaan orang atau cuma merasa peka?

Mulai Tes EQ

Tanpa daftar · bagikan di mana aja

Teman ngebatalin janji buat ketiga kalinya, rekan kerja ngaku-ngaku idemu di rapat, seseorang di grup chat mendadak diam. Cara kamu nanggepin momen-momen kayak gitu ngasih tahu lebih banyak tentang kecerdasan emosionalmu daripada teori apa pun. Tes EQ ini ngasih 20 situasi nyata dan minta kamu pilih apa yang beneran bakal kamu lakuin, bukan yang seharusnya.

Hasilnya dibagi empat tingkat, dari EQ Berkembang sampai EQ Luar Biasa, dan ditunjukkan di empat dimensi: ngenalin perasaan sendiri, ngatur emosi, baca perasaan orang lain, dan ngelola hubungan. Jadi kamu nggak cuma dapat satu angka, tapi tahu bagian mana yang udah kuat dan mana yang masih sering bikin kamu salah langkah.

Tesnya gratis, sekitar lima menit, dan nggak nyimpan jawabanmu. Banyak yang ngerjain sebelum interview kerja, setelah bertengkar sama pasangan, atau karena teman kantor nantang buat bandingin hasil.

1 Jawab 20 situasi dengan jujur
2 Lihat level EQ-mu dan empat dimensimu
3 Bagikan dan bandingkan sama teman-temanmu

Apa itu kecerdasan emosional dan siapa yang perlu ngecek EQ-nya?

Kecerdasan emosional atau EQ itu kemampuan buat sadar apa yang kamu rasain, ngendaliin reaksimu, ngerti apa yang orang lain rasain, dan pakai semua itu buat ngejaga hubungan. Orang dengan EQ tinggi nggak berarti selalu kalem, tapi dia tahu kapan harus diam, kapan harus ngomong, dan kapan harus minta maaf.

Tes ini cocok buat yang sering ngerasa salah paham sama orang, buat yang mau jadi atasan atau ketua panitia, buat pasangan yang pengin ngerti kenapa pertengkaran kecil jadi besar, atau buat siapa aja yang penasaran kenapa ada orang yang gampang banget disukai. Ini indikasi ringan, bukan penilaian resmi.

Ilustrasi tes EQ dengan wajah berpelukan, hati merah, balon pikiran dan jabat tangan

Gimana tes EQ ini ngasih skor?

Tiap situasi punya empat reaksi yang bisa dipilih, dan tiap reaksi dapat poin sesuai seberapa dewasa cara nanganinnya. Contohnya waktu kamu marah habis bertengkar: langsung kirim chat panjang dapat poin rendah, jalan-jalan dulu sebelum balas dapat poin tinggi. Nggak ada jawaban yang kelihatan jelas "benar" karena beberapa pilihan sengaja dibikin masuk akal padahal kurang sehat.

Di akhir, poinnya dijumlah per dimensi dan secara total. Kamu lihat level keseluruhanmu plus grafik empat dimensi, jadi kelihatan misalnya kamu jago baca orang tapi payah ngendaliin reaksi sendiri.

Situasi macam apa yang dipakai buat ngetes EQ?

Dua puluh situasinya diambil dari pertemanan, kerja, keluarga, dan hubungan. Beberapa contoh yang bakal kamu hadapi:

  • Teman nangis gara-gara hal yang menurutmu sepele: kamu bilang itu nggak penting, langsung kasih saran, atau dengerin dulu?
  • Kritik pedas datang buat hasil kerjamu: kamu bela diri, setuju semuanya, atau ambil waktu buat milah mana yang berguna?
  • Seorang teman mendadak pendiam di grup WhatsApp: kamu anggap dia sibuk, chat pribadi nanyain kabar, atau tegur di grup?
  • Kamu lagi murka setelah bertengkar: hal pertama yang kamu lakuin apa?
  • Rekan kerja ngeklaim idemu di depan bos: kamu marah di tempat, dendam diam-diam, atau ngomong empat mata?

Apa bedanya tes EQ sama tes IQ dan tes kepribadian?

IQ ngukur seberapa cepat kamu nemuin pola, angka, dan logika. Kepribadian ngejelasin kecenderungan dasarmu, misalnya introvert atau ekstrovert. EQ beda lagi: ini soal apa yang kamu lakuin waktu ada emosi di ruangan, punya kamu atau punya orang lain. Orang bisa jago logika tapi bikin semua orang sebel, atau sebaliknya. Kalau kamu penasaran sama sisi logikamu, tes IQ di sini pakai teka-teki, bukan situasi.

Kenapa tes EQ makin sering dicari orang Indonesia?

Banyak lowongan kerja dan program magang sekarang nyebut soft skill dan kecerdasan emosional sebagai syarat, jadi wajar kalau orang pengin ngecek dulu di rumah sebelum psikotes beneran. HRD juga sering nanya pertanyaan situasional yang mirip sama yang ada di tes ini.

Di luar urusan kerja, tes ini laku di kalangan pasangan dan sahabat. Kalian ngerjain sendiri-sendiri, lalu bandingin dimensi mana yang paling beda. Hasil yang sering muncul: satu orang tinggi di baca perasaan orang tapi rendah di ngatur emosi sendiri, dan itu ngejelasin banyak hal. Waktu bukber atau kumpul keluarga, tes ini juga jadi obrolan yang lebih dalam dari sekadar tanya kapan nikah.

Pertanyaan seputar tes EQ

Tes EQ online ini bisa dipakai buat melamar kerja?

Nggak bisa dijadiin bukti resmi, karena ini bukan tes terstandar dan nggak ada pengawas. Tapi tes ini berguna buat latihan: pertanyaannya mirip sama pertanyaan situasional yang sering ditanyain HRD, dan kamu jadi tahu dimensi mana yang perlu kamu perbaiki sebelum psikotes atau interview.

Empat dimensi EQ di hasil tes itu apa aja?

Kesadaran diri, yaitu ngenalin perasaanmu sendiri. Pengaturan diri, yaitu ngendaliin reaksi waktu emosi naik. Empati, yaitu baca apa yang orang lain rasain. Dan keterampilan sosial, yaitu ngelola hubungan dan konflik. Tiap dimensi punya lima situasi, dan hasilnya ditampilkan terpisah supaya kelihatan mana yang paling lemah.

EQ bisa dilatih atau udah bawaan lahir?

Bisa dilatih, dan itu bedanya sama IQ. Kebiasaan kecil kayak jeda sepuluh detik sebelum balas chat waktu kesal, atau nanya "kamu butuh apa?" sebelum ngasih saran, udah ngubah skor banyak orang. Coba ulang tesnya beberapa bulan setelah kamu sadar polamu sendiri.

Kenapa aku dapat EQ Stabil padahal ngerasa peka banget?

Peka sama perasaan orang itu cuma satu dari empat dimensi. Banyak orang kuat di empati tapi lemah di pengaturan diri: dia ngerti temannya sedih, tapi waktu dia sendiri marah langsung ngirim chat panjang. Lihat grafik dimensinya, biasanya ada satu bagian yang narik skor keseluruhan ke bawah.

Tes EQ ini sama dengan tes psikologi di psikolog?

Nggak. Tes di psikolog pakai alat ukur yang udah diuji, ada wawancara, dan hasilnya ditafsirkan sama orang yang terlatih. Tes ini kuis mandiri buat ngasih gambaran dan bahan refleksi. Kalau kamu ngerasa emosimu sering nggak terkendali sampai ganggu hidup, tes di psikolog tetap jalan yang benar.

Apakah jawaban yang paling kalem selalu dapat poin tertinggi?

Nggak selalu. Diam dan bilang nggak apa-apa padahal kesal berhari-hari justru dapat poin rendah, karena itu ngehindar, bukan ngatur emosi. Poin tertinggi biasanya ada di pilihan yang jujur, tenang, dan langsung ke orangnya, misalnya ngomong empat mata ke rekan kerja yang ngeklaim idemu.

Berapa lama tes EQ 20 pertanyaan ini?

Sekitar empat sampai enam menit, tergantung seberapa lama kamu mikir di tiap situasi. Jawaban pertama yang kepikiran biasanya paling jujur. Nggak ada timer, nggak ada akun, dan hasil beserta grafik empat dimensinya langsung keluar setelah situasi terakhir.

Cobain tes kami yang lain

  • Tes IQ20 teka-teki logika, pola, angka dan kata dari bank 30 soal. Dapatkan level logikamu dan tantang teman-temanmu.
  • Tes Kepribadian12 pertanyaan singkat soal cara kamu bikin rencana, ambil keputusan dan bersantai. Cari tahu tipe mana dari empat tipe yang cocok sama kamu.
  • Tes Umur Mental12 pertanyaan singkat soal jam tidur, camilan dan telepon. Sebenarnya kamu umur berapa?
  • Tes Bahasa Cinta15 pertanyaan soal cara kamu memberi dan menerima cinta. Kata-kata, waktu, hadiah, bantuan atau sentuhan?

Semua kuis →